Operator Seluler Menyuburkan Praktek Penipuan Telegram

Maraknya aksi penipuan lewat telegram membuat saya bertanya-tanya, motifnya apa yah mereka melakukan ini?

Jika hanya sekedar iseng kok begitu masif terjadi. Tapi jika motif ekonomi bagaimana caranya. Bukankah sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya sosialisasi registrasi pengguna kartu seluler.

Lalu dimana celahnya penipu untuk mendapatkan keuntungan?

Transfer Pulsa

Jika kita telusuri website operator seluler maka kita akan sedikit tercerahkan. Jawabannya ada disana. Ya, transfer pulsa. Disitulah penipu mendapat keuntungan.

Transfer pulsa adalah pengiriman sejumlah pulsa dari satu pelanggan seluler ke pelanggan yang lain. Dan program transfer pulsa ini hampir dimiliki oleh semua operator seluler.

Dengan adanya program transfer pulsa ini maka penipu bisa mengirimkan pulsa yang dia miliki untuk dikirim ke nomor tertentu.

Penipu bisa menyamarkan aksinya dengan berpura-pura menjadi konter untuk jualan pulsa. Tentu saja pulsa yang dia jual dengan harga sangat murah. Apa tidak rugi? Pastinya tidak, penipu kan mendapatkan pulsa itu secara gratis. Hasil menipu penjual pulsa lainnya.

Walaupun sudah banyak cara penanggulangan penipuan lewat telegram bertebaran di internet, tapi tetap saja masih banyak yang terjebak dan menjadi korban aksi penipuan ini.

Lalu adakah solusi untuk mengurangi praktek penipuan telegram?

Operator Perketat Syarat Transfer Pulsa

Satu-satunya cara untuk mengurangi bahkan menghilangkan aksi penipuan lewat telegram adalah dengan memperketat syarat melakukan transfer pulsa. Misalkan dari jumlah pulsa yang bisa ditransfer, diperkecil lagi nilainya. Kalau sebelumnya 200.000 per hari bisa diperkecil jadi 50.000 per hari. Dari frekuensi transfer bisa juga dikurangi, misal satu nomor hanya bisa transfer sebanyak 2x dalam 1 hari.

Operator tentunya sudah memiliki histori transaksi transfer pulsa. Nah, dari situ sebetulnya operator bisa membuat rumusan berapa sih nilai ideal untuk transfer pulsa.

Saya pribadi misalkan, punya 30 nomor kontak yang saya kenal baik. Masa iya setiap hari saya transfer pulsa terus, kan tidak? Masa iya setiap hari saya transfer pulsa diatas 100.000, kan tidak juga? Harusnya operator punya histori transaksi dan menganalisanya.

Langkah ini tentu saja akan mengurangi ruang gerak penipu. Dan penipu akan kesulitan menjual pulsa hasil menipunya.

Kerjasama Operator dan Pengguna Memberantas Penipuan

Selama ini yang selalu dipersalahkan pasti pengguna kartu. Yang mudah dibohongi lah, kurang waspada lah, gampang diiming-imingi lah, dan lain-lain. Padahal jika lebih dicermati lagi justru yang mengundang para penipu malah operator.

Karena operator membuat program yang bisa dimanfaatkan oleh penipu —transfer pulsa— maka terjadilah aksi penipuan ini. Jadi kuncinya di operator. Ibarat kata operator punya gula yang bisa mengundang semut.

Berperanlah sesuai perannya. Operator bisa memperketat persyaratan agar tidak disalahgunakan jadi aksi penipuan. Pengguna juga harus selalu waspada agar tidak mudah dibohongi aksi penipuan.

Hanya dengan kerjasama yang baik maka aksi penipuan bisa diminimalisir. Tapi jika operator tidak bergeming dan membiarkan keadaan ini maka sama saja dengan ikut menyuburkan praktek penipuan lewat telegram.

Hati-hati Penipuan Lewat Telegram

Sekarang ini sedang marak penipuan lewat telegram. Seperti yang sudah banyak diketahui, telegram banyak digunakan untuk transaksi jual beli pulsa. Dan si penipu berharap mendapat keuntungan pulsa dengan aksinya ini.

Modus yang digunakan penipu adalah dengan mengaku sebagai pihak telegram dan meminta kode verifikasi ulang yang dikirim melalui sms.

Biasanya pengguna telegram awam akan terkecoh dan langsung memberikan kode verifikasi yang masuk ke hpnya. Padahal dengan memberikan kode verifikasi berarti pengguna telegram tersebut “mengijinkan” penipu untuk membuka telegramnya.

Sepengetahuan saya, pihak telegram tidak pernah meminta kode verifikasi apapun dengan alasan apapun.

Lain halnya jika pengguna telegram ingin menambah perangkat baru dan ingin terhubung dengan akun telegramnya, maka pihak telegram akan mengirimkan kode verifikasi sebagai bukti kepemilikan yang sah.

Masalah Keamanan Telegram

Penipu menggunakan celah ini untuk menipu pengguna telegram. Penipu masuk ke telegram dengan menggunakan nomor korban. Yang mana secara otomatis pihak telegram akan mengirimkan kode verifikasi sebagai validasi. Dalam hitungan detik kode verifikasi akan dikirimkan ke nomor korban melalui sms.

Saat itulah penipu akan menelepon korban, dan mengatakan dari pihak telegram dan meminta kode yang baru saja dikirim. Jika korban percaya dan memberikan kode tersebut, ya sudah, telegram korban telah dibajak. Penipu bisa membuka telegram selayaknya korban membuka telegram. Dan semua percakapan sebelumnya akan terlihat semua.

Untuk itu berhati-hatilah dengan telegram Anda. Jangan pernah percaya dengan siapapun yang mengatasnamakan telegram  jika Anda tidak mau tertipu.

Korban Penipuan Telegram

Saya sendiri sering mendapat telepon dari penipu telegram. Karena seringnya mendapat telepon seperti ini, malahan saya sering “mengerjain balik” si penipu.

Nomor-nomor yang pernah digunakan penipu untuk menipu:

  • 0821-7692-7252
  • 0823-7688-8669
  • 0812-7240-5833
  • +1714-707-3350 (nomor luar negeri)
  • 0821-8871-4812

Nomor-nomor yang diisi pulsa curian:

  • 0838-0360-4008
  • 0831-7717-7737
  • 0838-0360-4017
  • 0819-2768-7992
  • 0819-2768-9860
  • 0878-9777-0722
  • 0819-2763-6663

Jika Anda pernah menjadi korban penipuan telegram baca cara penanggulangan jika telegram dihack. Dan jangan lupa, segera lapor pihak yang berwajib agar segera ditindaklanjuti.

Telegram Peduli Dengan Penggunanya

Upaya yang sangat baik untuk melindungi penggunanya telah dilakukan telegram. Setiap kali ada permintaan kode verifikasi maka pihak telegram akan mengirimkan pesan peringatan ke pengguna telegram. Pesannya berbunyi seperti ini:

Kode masuk Anda: xxxxx

Kode ini dapat digunakan untuk masuk ke akun Telegram Anda. Kami tidak pernah meminta hal lain. Jangan pernah memberikan kode ini ke siapapun, walaupun mereka mengatakan dari Telegram!!

Jika Anda tidak melakukan permintaan kode masuk dari perangkat lain, abaikan pesan ini.

Bahkan telegram akan mengirimkan pesan peringatan yang menginfokan kapan, dimana, melalui apa, dan dari ip address berapa permintaan kode verifikasi berasal.

Berikut pesan yang dikirimkan telegram:

Kami mendeteksi adanya permintaan masuk ke akun Anda dari perangkat lain pada tanggal 04/03/2018 pukul 13:20:49 UTC.

Perangkat: Web

Lokasi: Jakarta Raya, Indonesia (IP = xxx.xxx.xxx.xxx)

Jika ini bukan Anda, Silakan ke Pengaturan – Privasi dan Keamanan – Sesi Aktif, hentikan sesi aktif yang bukan milik Anda.

Jika menurut Anda ada seseorang yang ingin masuk ke akun tanpa sepengetahuan Anda, silakan pasang Verifikasi Dua Langkah dari Pengaturan Privasi dan Keamanan