suheri8

Operator Seluler Ngajak Perang Penjual Pulsa

Udin marah-marah di depan konter pulsa yang saat itu sedang ramai. Udin marah sambil menggebrak meja etalase membuat penjaga konter ketakutan. Penjaga konter yang masih muda belia itu menjawab pertanyaan Udin dengan gemetar.

Udin menuduh konter telah berbuat curang. Pulsa yang masuk tidak sesuai dengan pulsa yang dia beli. Udin membeli pulsa 10.000 dengan harga 12.000 tapi pulsa yang masuk hanya 3.500. Hal inilah yang membuat Udin naik pitam.

Beberapa pengunjung konter yang lain coba melerai dan mencoba meredakan emosi Udin. Tapi Udin sudah terlanjur marah. Dia merasa dipermainkan. Padahal dia sangat membutuhkan pulsa itu untuk menelepon istrinya di kampung.

“Ini konter curang. Masa saya beli pulsa 10.000 tapi yang masuk cuma 3.500,” kata Udin dengan nada tinggi.

“Tapi bener pak, tadi saya kirim pulsa yang 10.000. Nih kalau bapak nggak percaya laporan sukses di hp saya,” kata penjaga konter dengan gemetar.

“Terus ini gimana, nyatanya pulsa yang masuk cuma 3.500. Sudah berulang-ulang saya cek pulsa cuman ada segitu,” sanggah Udin.

“Bapak mungkin punya hutang pulsa kali sama operator. Jadi pulsa yang masuk sudah dipotong hutang pulsa bapak,” kata anak muda yang dari tadi mengamati Udin.

“Oh gitu yah, emang bisa?” tanya Udin pada pada anak muda yang berdiri di sampingnya.

“Bisa pak! Coba bapak ingat-ingat lagi, apa pernah bapak nelpon waktu bapak nggak ada pulsa,” kata anak muda lagi sambil matanya melirik ke arah penjaga konter.

===============

Cerita diatas hanya fiktif belaka. Tapi permasalahan yang dialami si Udin dalam cerita diatas sungguh-sungguh nyata terjadi. Dan itu banyak sekali. Atau mungkin Anda pernah mengalaminya?

Seseorang membeli pulsa tapi pulsa yang masuk tidak sesuai dengan pulsa yang dibeli.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Pulsa Darurat

Saat ini operator berlomba-lomba dalam menarik pelanggan. Persaingan antar tiap operator semakin sengit. Tentu saja ide-ide kreatif harus selalu dihadirkan.

Salah satu ide kreatif yang coba dimunculkan operator seluler adalah pulsa darurat. Yaitu pulsa pinjaman dari operator pada pelanggan dan pelanggan akan membayarnya nanti ketika pelanggan membeli pulsa.

Nama pulsa darurat bisa bermacam-macam dan berbeda-beda tiap operator. Ketentuan dan syarat untuk mendapatkannya pun berbeda-beda. Tapi pada prinsipnya tetap sama.

Adanya pulsa darurat ini tentu sangat menguntungkan bagi pelanggan. Apalagi jika dalam kondisi mendesak dan kebetulan tidak punya uang untuk membeli pulsa maka pulsa darurat dapat diandalkan.

Cara mengaktifkannya pun mudah saja. Tinggal dial nomor tertentu atau kirim sms tertentu pulsa darurat akan sampai di hp pelanggan.

Pulsa Darurat Merugikan Penjual Pulsa

Sebenarnya penjual pulsa atau konter pulsa tidak dirugikan secara langsung dengan adanya pulsa darurat. Hanya saja karena proses pengembalian hutang pulsa darurat melibatkan penjual pulsa, mau tidak mau penjual jadi terlibat.

Ketika pelanggan yang mempunyai hutang pulsa membeli pulsa maka pulsa yang masuk tidak utuh lagi melainkan sudah dipotong otomatis oleh operator. Nah, disinilah letak masalahnya.

Pelanggan merasa dicurangi oleh penjual pulsa atau konter pulsa karena pulsa tidak sesuai dengan yang dia beli. Perselisihan akan terjadi disini. Apalagi jika pelanggan tidak merasa punya hutang pulsa atau dia lupa jika punya hutang pulsa ke operator maka masalah jadi semakin rumit.

Padahal penjual pulsa tidak tahu sama sekali permasalahan ini. Penjual pulsa tentunya tidak tahu jika si pembeli mempunyai hutang pulsa pada operator. Jika sudah demikian penjual pulsa merasa dirugikan. Belum lagi jika dikaitkan dengan makin maraknya penipuan lewat telegram yang menyasar penjual pulsa. Mereka semakin terjepit saja.

Solusi untuk Pulsa Darurat

Sebaiknya operator seluler memperbaiki mekanisme pengembalian hutang pulsa pelanggan. Jangan lagi melibatkan penjual pulsa atau konter secara langsung.

Maksud saya begini, ketika pelanggan yang mempunyai hutang pulsa membeli pulsa baiknya pulsa yang masuk tetap sesuai dengan nominal yang dibeli. Jadi penjual pulsa terbebas dari tuduhan curang atau nakal oleh pembeli.

Masalah hutang pulsa yang harus segera dilunasi oleh pelanggan, operator bisa dengan cara mengirim notifikasi atau mengunci pulsa sesuai jumlah pulsa yang dihutang.

Saya rasa yang seperti itu lebih bijaksana, karena yang mempunyai urusan hutang piutang itu antara pelanggan dan operator. Jadi jangan melibatkan lagi penjual pulsa atau konter dengan langsung dipotong pulsanya.

Jika tetap langsung dipotong itu sama saja artinya operator seluler mengajak perang penjual pulsa secara tidak langsung. Kejadian seperti cerita diatas akan semakin banyak terjadi.

Kalau sudah begini siapa yang rugi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dua puluh satu − delapan belas =