suheri8

Operator Seluler Menyuburkan Praktek Penipuan Telegram

Maraknya aksi penipuan lewat telegram membuat saya bertanya-tanya, motifnya apa yah mereka melakukan ini?

Jika hanya sekedar iseng kok begitu masif terjadi. Tapi jika motif ekonomi bagaimana caranya. Bukankah sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya sosialisasi registrasi pengguna kartu seluler.

Lalu dimana celahnya penipu untuk mendapatkan keuntungan?

Transfer Pulsa

Jika kita telusuri website operator seluler maka kita akan sedikit tercerahkan. Jawabannya ada disana. Ya, transfer pulsa. Disitulah penipu mendapat keuntungan.

Transfer pulsa adalah pengiriman sejumlah pulsa dari satu pelanggan seluler ke pelanggan yang lain. Dan program transfer pulsa ini hampir dimiliki oleh semua operator seluler.

Dengan adanya program transfer pulsa ini maka penipu bisa mengirimkan pulsa yang dia miliki untuk dikirim ke nomor tertentu.

Penipu bisa menyamarkan aksinya dengan berpura-pura menjadi konter untuk jualan pulsa. Tentu saja pulsa yang dia jual dengan harga sangat murah. Apa tidak rugi? Pastinya tidak, penipu kan mendapatkan pulsa itu secara gratis. Hasil menipu penjual pulsa lainnya.

Walaupun sudah banyak cara penanggulangan penipuan lewat telegram bertebaran di internet, tapi tetap saja masih banyak yang terjebak dan menjadi korban aksi penipuan ini.

Lalu adakah solusi untuk mengurangi praktek penipuan telegram?

Operator Perketat Syarat Transfer Pulsa

Satu-satunya cara untuk mengurangi bahkan menghilangkan aksi penipuan lewat telegram adalah dengan memperketat syarat melakukan transfer pulsa. Misalkan dari jumlah pulsa yang bisa ditransfer, diperkecil lagi nilainya. Kalau sebelumnya 200.000 per hari bisa diperkecil jadi 50.000 per hari. Dari frekuensi transfer bisa juga dikurangi, misal satu nomor hanya bisa transfer sebanyak 2x dalam 1 hari.

Operator tentunya sudah memiliki histori transaksi transfer pulsa. Nah, dari situ sebetulnya operator bisa membuat rumusan berapa sih nilai ideal untuk transfer pulsa.

Saya pribadi misalkan, punya 30 nomor kontak yang saya kenal baik. Masa iya setiap hari saya transfer pulsa terus, kan tidak? Masa iya setiap hari saya transfer pulsa diatas 100.000, kan tidak juga? Harusnya operator punya histori transaksi dan menganalisanya.

Langkah ini tentu saja akan mengurangi ruang gerak penipu. Dan penipu akan kesulitan menjual pulsa hasil menipunya.

Kerjasama Operator dan Pengguna Memberantas Penipuan

Selama ini yang selalu dipersalahkan pasti pengguna kartu. Yang mudah dibohongi lah, kurang waspada lah, gampang diiming-imingi lah, dan lain-lain. Padahal jika lebih dicermati lagi justru yang mengundang para penipu malah operator.

Karena operator membuat program yang bisa dimanfaatkan oleh penipu —transfer pulsa— maka terjadilah aksi penipuan ini. Jadi kuncinya di operator. Ibarat kata operator punya gula yang bisa mengundang semut.

Berperanlah sesuai perannya. Operator bisa memperketat persyaratan agar tidak disalahgunakan jadi aksi penipuan. Pengguna juga harus selalu waspada agar tidak mudah dibohongi aksi penipuan.

Hanya dengan kerjasama yang baik maka aksi penipuan bisa diminimalisir. Tapi jika operator tidak bergeming dan membiarkan keadaan ini maka sama saja dengan ikut menyuburkan praktek penipuan lewat telegram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

tiga puluh − dua puluh empat =