Welcome to the Gutenberg Editor

Of Mountains & Printing Presses

The goal of this new editor is to make adding rich content to WordPress simple and enjoyable. This whole post is composed of pieces of content—somewhat similar to LEGO bricks—that you can move around and interact with. Move your cursor around and you’ll notice the different blocks light up with outlines and arrows. Press the arrows to reposition blocks quickly, without fearing about losing things in the process of copying and pasting.

What you are reading now is a text block, the most basic block of all. The text block has its own controls to be moved freely around the post…

… like this one, which is right aligned.

Headings are separate blocks as well, which helps with the outline and organization of your content.

A Picture is worth a Thousand Words

Handling images and media with the utmost care is a primary focus of the new editor. Hopefully, you’ll find aspects of adding captions or going full-width with your pictures much easier and robust than before.

Beautiful landscape
If your theme supports it, you’ll see the “wide” button on the image toolbar. Give it a try.

Try selecting and removing or editing the caption, now you don’t have to be careful about selecting the image or other text by mistake and ruining the presentation.

The Inserter Tool

Imagine everything that WordPress can do is available to you quickly and in the same place on the interface. No need to figure out HTML tags, classes, or remember complicated shortcode syntax. That’s the spirit behind the inserter—the (+) button you’ll see around the editor—which allows you to browse all available content blocks and add them into your post. Plugins and themes are able to register their own, opening up all sort of possibilities for rich editing and publishing.

Go give it a try, you may discover things WordPress can already add into your posts that you didn’t know about. Here’s a short list of what you can currently find there:

  • Text & Headings
  • Images & Videos
  • Galleries
  • Embeds, like YouTube, Tweets, or other WordPress posts.
  • Layout blocks, like Buttons, Hero Images, Separators, etc.
  • And Lists like this one of course 🙂

Visual Editing

A huge benefit of blocks is that you can edit them in place and manipulate your content directly. Instead of having fields for editing things like the source of a quote, or the text of a button, you can directly change the content. Try editing the following quote:

The editor will endeavour to create a new page and post building experience that makes writing rich posts effortless, and has “blocks” to make it easy what today might take shortcodes, custom HTML, or “mystery meat” embed discovery.

Matt Mullenweg, 2017

The information corresponding to the source of the quote is a separate text field, similar to captions under images, so the structure of the quote is protected even if you select, modify, or remove the source. It’s always easy to add it back.

Blocks can be anything you need. For instance, you may want to add a subdued quote as part of the composition of your text, or you may prefer to display a giant stylized one. All of these options are available in the inserter.

You can change the amount of columns in your galleries by dragging a slider in the block inspector in the sidebar.

Media Rich

If you combine the new wide and full-wide alignments with galleries, you can create a very media rich layout, very quickly:

Accessibility is important don't forget image alt attribute

Sure, the full-wide image can be pretty big. But sometimes the image is worth it.

The above is a gallery with just two images. It’s an easier way to create visually appealing layouts, without having to deal with floats. You can also easily convert the gallery back to individual images again, by using the block switcher.

Any block can opt into these alignments. The embed block has them also, and is responsive out of the box:

You can build any block you like, static or dynamic, decorative or plain. Here’s a pullquote block:

Code is Poetry

The WordPress community

If you want to learn more about how to build additional blocks, or if you are interested in helping with the project, head over to the GitHub repository.


Thanks for testing Gutenberg!

👋

Kalimat Ajaib Yang Layak Diucapkan Setiap Hari

Kalimat ajaib ini sengaja saya ubah menjadi kalimat tanya supaya mudah diingat.

  1. Sudahkah tersenyum pada orang lain?
  2. Sudahkah mengucapkan terima kasih pada orang lain?
  3. Sudahkah menyisihkan uang kecil untuk diberikan pada yang membutuhkan?
  4. Sudahkah menelepon ibu hari ini?
  5. Sudahkah menanyakan pengalaman si kecil hari ini?
  6. Sudahkah mengajak belajar bersama pada si kecil?
  7. Sudahkah menyapa terlebih dahulu pada orang yang kita jumpai?
  8. Sudahkah memberi jawaban yang lebih baik ketika disapa?
  9. Sudahkah mengawali permintaan dengan kata minta tolong?
  10. Sudahkah belajar sesuatu yang baru hari ini?
  11. Sudahkah mengawali sesuatu dengan menyebut nama Tuhan?

Telegram Gangguan, Transaksi Pulsa Ikut Terganggu

Jika hari ini Anda tidak bisa transaksi pulsa menggunakan telegram jangan buru-buru menyalahkan server pulsa Anda. Karena masalah ini bukan pada server pulsa atau bot telegram server pulsa, melainkan masalah terdapat pada telegram itu sendiri.

Bot Telegram sedang mengalami gangguan,

Menurut twitter Durov pada beberapa jam yang lalu, terjadi overheating pada server telegram di Eropa. Namun, imbasnya saat ini hampir seluruh bot Api mengalami gangguan.

Massive overheating in one of the Telegram server clusters may cause some connection issues for European users within the next couple of hours. Apologies for the inconvenience – the problem is being solved.

Sumber: https://twitter.com/durov/status/990371212877549568

Semoga info ini membantu

Hentikan Produksi Penyebab Hoaks Sekarang Juga

Hoaks bukan hanya diproduksi oleh oposisi yang tidak kredibel seperti yang diutarakan oleh Sekjen PSI, Raja J Antoni, dalam acara ILC. Tapi juga diproduksi oleh mereka yang selama ini mendukung pemerintahan Jokowi. Kedua belah pihak sama hebatnya dalam memproduksi hoaks. Keadaan ini sangat menggelisahkan. Persatuan bangsa jadi taruhannya. Jika tidak segera dihentikan akan sangat berbahaya.

Apresiasi patut kita acungkan pada pihak kepolisian yang sudah berusaha keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku hoaks. Walau ada nada sumir yang menyebutkan polisi berat sebelah. Yang ditangkap kok hanya mereka yang bersebrangan dengan pemerintah, sementara yang pro dengan pemerintah masih aman-aman saja. Tapi sudahlah biarkan itu menjadi urusan pihak kepolisian.

Masyarakat pun dituntut berperan aktif dalam menghentikan penyebaran hoaks ini. Karena dalam rantai penyebaran hoaks, masyarakatlah sasaran akhir dari hoaks. Masyarakat sebagai pembeli hoaks. Untuk itu jangan pernah membeli berita hoaks lagi.

Caranya?

Jangan Ikut Menyebarkan Hoaks

Lihat saja grup di medsos. Hoaks berseliweran dimana-mana. Ada yang berupa meme, berita tendensius, maupun berita palsu. Semuanya ada di medsos.

Konyolnya lagi pengguna medsos gampang sekali terprovokasi oleh hoaks ini. Cukup baca judul, berkomentar ini-itu, lalu dishare ke grup yg lain. Perilaku semacam ini yang menyebabkan hoaks mudah sekali menyebar.

Makanya biasakan membaca berita atau apapun hingga selesai, jangan cuma judulnya saja. Lalu coba bandingkan dengan berita-berita lain, apa memang seperti itu adanya.

Pemahaman terhadap isi berita juga penting. Dengan pemahaman yang utuh akan membuat kita berpikir seribu kali membagikan atau share ke grup lain.

Hanya dengan cara inilah hoaks akan dapat dihentikan. Baca – pahami – bandingkan – jangan share.

Kenali dan Hentikan Penyebab Hoaks

Di salah satu twit warganet yang banyak followernya mengajak untuk mendukung calon presiden tertentu. Twit warganet ini sebenarnya bukan hoaks, hanya berupa ajakan biasa, tapi menurut kacamata saya ajakan warganet ini bisa memunculkan hoaks.

Apa sih isi twitnya?

bukan hoaks tapi bisa jadi penyebab munculnya hoaks

Coba perhatikan skrinsut twit diatas. Yang mengganggu saya adalah frasa “untuk kemenangan Indonesia baik”.

Hey, ini hanya kontes politik biasa. Tidak ada hubungannya antara Indonesia baik melawan Indonesia jahat. Bukan juga kebaikan melawan kejahatan. Sekali lagi ini hanya proses politik, titik.

Jika narasi dalam pilpres, pileg dan pilkada semacam ini akan sangat berbahaya. Narasi ini akan mengajak orang berbondong-bondong untuk melawan kejahatan. Kita baik mereka jahat, ayo kita lawan. Maka lahirlah hoaks.

Jadi berhati-hatilah dengan framing baik dan jahat. Perang yang abadi adalah perang kebaikan melawan kejahatan.

Alangkah lebih bijak jika frasa “untuk kemenangan Indonesia baik” diganti dengan “untuk Indonesia yang lebih baik”.

Sekilas kedua frasa itu mirip, tapi maknanya jauh berbeda. Frasa kedua bermakna siapapun yang jadi pemenang, Indonesia akan baik-baik saja. Tanpa embel-embel baik dan jahat.

Operator Seluler Menyuburkan Praktek Penipuan Telegram

Maraknya aksi penipuan lewat telegram membuat saya bertanya-tanya, motifnya apa yah mereka melakukan ini?

Jika hanya sekedar iseng kok begitu masif terjadi. Tapi jika motif ekonomi bagaimana caranya. Bukankah sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya sosialisasi registrasi pengguna kartu seluler.

Lalu dimana celahnya penipu untuk mendapatkan keuntungan?

Transfer Pulsa

Jika kita telusuri website operator seluler maka kita akan sedikit tercerahkan. Jawabannya ada disana. Ya, transfer pulsa. Disitulah penipu mendapat keuntungan.

Transfer pulsa adalah pengiriman sejumlah pulsa dari satu pelanggan seluler ke pelanggan yang lain. Dan program transfer pulsa ini hampir dimiliki oleh semua operator seluler.

Dengan adanya program transfer pulsa ini maka penipu bisa mengirimkan pulsa yang dia miliki untuk dikirim ke nomor tertentu.

Penipu bisa menyamarkan aksinya dengan berpura-pura menjadi konter untuk jualan pulsa. Tentu saja pulsa yang dia jual dengan harga sangat murah. Apa tidak rugi? Pastinya tidak, penipu kan mendapatkan pulsa itu secara gratis. Hasil menipu penjual pulsa lainnya.

Walaupun sudah banyak cara penanggulangan penipuan lewat telegram bertebaran di internet, tapi tetap saja masih banyak yang terjebak dan menjadi korban aksi penipuan ini.

Lalu adakah solusi untuk mengurangi praktek penipuan telegram?

Operator Perketat Syarat Transfer Pulsa

Satu-satunya cara untuk mengurangi bahkan menghilangkan aksi penipuan lewat telegram adalah dengan memperketat syarat melakukan transfer pulsa. Misalkan dari jumlah pulsa yang bisa ditransfer, diperkecil lagi nilainya. Kalau sebelumnya 200.000 per hari bisa diperkecil jadi 50.000 per hari. Dari frekuensi transfer bisa juga dikurangi, misal satu nomor hanya bisa transfer sebanyak 2x dalam 1 hari.

Operator tentunya sudah memiliki histori transaksi transfer pulsa. Nah, dari situ sebetulnya operator bisa membuat rumusan berapa sih nilai ideal untuk transfer pulsa.

Saya pribadi misalkan, punya 30 nomor kontak yang saya kenal baik. Masa iya setiap hari saya transfer pulsa terus, kan tidak? Masa iya setiap hari saya transfer pulsa diatas 100.000, kan tidak juga? Harusnya operator punya histori transaksi dan menganalisanya.

Langkah ini tentu saja akan mengurangi ruang gerak penipu. Dan penipu akan kesulitan menjual pulsa hasil menipunya.

Kerjasama Operator dan Pengguna Memberantas Penipuan

Selama ini yang selalu dipersalahkan pasti pengguna kartu. Yang mudah dibohongi lah, kurang waspada lah, gampang diiming-imingi lah, dan lain-lain. Padahal jika lebih dicermati lagi justru yang mengundang para penipu malah operator.

Karena operator membuat program yang bisa dimanfaatkan oleh penipu —transfer pulsa— maka terjadilah aksi penipuan ini. Jadi kuncinya di operator. Ibarat kata operator punya gula yang bisa mengundang semut.

Berperanlah sesuai perannya. Operator bisa memperketat persyaratan agar tidak disalahgunakan jadi aksi penipuan. Pengguna juga harus selalu waspada agar tidak mudah dibohongi aksi penipuan.

Hanya dengan kerjasama yang baik maka aksi penipuan bisa diminimalisir. Tapi jika operator tidak bergeming dan membiarkan keadaan ini maka sama saja dengan ikut menyuburkan praktek penipuan lewat telegram.

Operator Seluler Ngajak Perang Penjual Pulsa

Udin marah-marah di depan konter pulsa yang saat itu sedang ramai. Udin marah sambil menggebrak meja etalase membuat penjaga konter ketakutan. Penjaga konter yang masih muda belia itu menjawab pertanyaan Udin dengan gemetar.

Udin menuduh konter telah berbuat curang. Pulsa yang masuk tidak sesuai dengan pulsa yang dia beli. Udin membeli pulsa 10.000 dengan harga 12.000 tapi pulsa yang masuk hanya 3.500. Hal inilah yang membuat Udin naik pitam.

Beberapa pengunjung konter yang lain coba melerai dan mencoba meredakan emosi Udin. Tapi Udin sudah terlanjur marah. Dia merasa dipermainkan. Padahal dia sangat membutuhkan pulsa itu untuk menelepon istrinya di kampung.

“Ini konter curang. Masa saya beli pulsa 10.000 tapi yang masuk cuma 3.500,” kata Udin dengan nada tinggi.

“Tapi bener pak, tadi saya kirim pulsa yang 10.000. Nih kalau bapak nggak percaya laporan sukses di hp saya,” kata penjaga konter dengan gemetar.

“Terus ini gimana, nyatanya pulsa yang masuk cuma 3.500. Sudah berulang-ulang saya cek pulsa cuman ada segitu,” sanggah Udin.

“Bapak mungkin punya hutang pulsa kali sama operator. Jadi pulsa yang masuk sudah dipotong hutang pulsa bapak,” kata anak muda yang dari tadi mengamati Udin.

“Oh gitu yah, emang bisa?” tanya Udin pada pada anak muda yang berdiri di sampingnya.

“Bisa pak! Coba bapak ingat-ingat lagi, apa pernah bapak nelpon waktu bapak nggak ada pulsa,” kata anak muda lagi sambil matanya melirik ke arah penjaga konter.

===============

Cerita diatas hanya fiktif belaka. Tapi permasalahan yang dialami si Udin dalam cerita diatas sungguh-sungguh nyata terjadi. Dan itu banyak sekali. Atau mungkin Anda pernah mengalaminya?

Seseorang membeli pulsa tapi pulsa yang masuk tidak sesuai dengan pulsa yang dibeli.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Pulsa Darurat

Saat ini operator berlomba-lomba dalam menarik pelanggan. Persaingan antar tiap operator semakin sengit. Tentu saja ide-ide kreatif harus selalu dihadirkan.

Salah satu ide kreatif yang coba dimunculkan operator seluler adalah pulsa darurat. Yaitu pulsa pinjaman dari operator pada pelanggan dan pelanggan akan membayarnya nanti ketika pelanggan membeli pulsa.

Nama pulsa darurat bisa bermacam-macam dan berbeda-beda tiap operator. Ketentuan dan syarat untuk mendapatkannya pun berbeda-beda. Tapi pada prinsipnya tetap sama.

Adanya pulsa darurat ini tentu sangat menguntungkan bagi pelanggan. Apalagi jika dalam kondisi mendesak dan kebetulan tidak punya uang untuk membeli pulsa maka pulsa darurat dapat diandalkan.

Cara mengaktifkannya pun mudah saja. Tinggal dial nomor tertentu atau kirim sms tertentu pulsa darurat akan sampai di hp pelanggan.

Pulsa Darurat Merugikan Penjual Pulsa

Sebenarnya penjual pulsa atau konter pulsa tidak dirugikan secara langsung dengan adanya pulsa darurat. Hanya saja karena proses pengembalian hutang pulsa darurat melibatkan penjual pulsa, mau tidak mau penjual jadi terlibat.

Ketika pelanggan yang mempunyai hutang pulsa membeli pulsa maka pulsa yang masuk tidak utuh lagi melainkan sudah dipotong otomatis oleh operator. Nah, disinilah letak masalahnya.

Pelanggan merasa dicurangi oleh penjual pulsa atau konter pulsa karena pulsa tidak sesuai dengan yang dia beli. Perselisihan akan terjadi disini. Apalagi jika pelanggan tidak merasa punya hutang pulsa atau dia lupa jika punya hutang pulsa ke operator maka masalah jadi semakin rumit.

Padahal penjual pulsa tidak tahu sama sekali permasalahan ini. Penjual pulsa tentunya tidak tahu jika si pembeli mempunyai hutang pulsa pada operator. Jika sudah demikian penjual pulsa merasa dirugikan. Belum lagi jika dikaitkan dengan makin maraknya penipuan lewat telegram yang menyasar penjual pulsa. Mereka semakin terjepit saja.

Solusi untuk Pulsa Darurat

Sebaiknya operator seluler memperbaiki mekanisme pengembalian hutang pulsa pelanggan. Jangan lagi melibatkan penjual pulsa atau konter secara langsung.

Maksud saya begini, ketika pelanggan yang mempunyai hutang pulsa membeli pulsa baiknya pulsa yang masuk tetap sesuai dengan nominal yang dibeli. Jadi penjual pulsa terbebas dari tuduhan curang atau nakal oleh pembeli.

Masalah hutang pulsa yang harus segera dilunasi oleh pelanggan, operator bisa dengan cara mengirim notifikasi atau mengunci pulsa sesuai jumlah pulsa yang dihutang.

Saya rasa yang seperti itu lebih bijaksana, karena yang mempunyai urusan hutang piutang itu antara pelanggan dan operator. Jadi jangan melibatkan lagi penjual pulsa atau konter dengan langsung dipotong pulsanya.

Jika tetap langsung dipotong itu sama saja artinya operator seluler mengajak perang penjual pulsa secara tidak langsung. Kejadian seperti cerita diatas akan semakin banyak terjadi.

Kalau sudah begini siapa yang rugi?

Penanggulangan Jika Telegram Anda Di Hack

Berlanjut dari postingan sebelumnya tentang penipuan lewat telegram. Kali ini saya akan memaparkan cara menanggulangi jika telegram Anda terlanjur telah dihack atau dibajak penipu.

Langkah ini sangat penting karena jika tidak ditanggulangi akan sangat berbahaya. Si penipu akan dengan sangat leluasa mengobok-obok telegram Anda tanpa Anda sadari. Penipu bisa membuka dan membaca semua obrolan Anda sebelumnya bahkan bisa membuat dan membalas obrolan yang ada di telegram Anda.

Bagaimana jika obrolan di telegram itu ada yang bersifat rahasia atau sensitif. Tentu akan sangat mengerikan membayangkan ini terjadi pada Anda.

Matikan Sesi Yang Aktif

Pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mematikan semua sesi yang aktif. Jadi semua perangkat yang terhubung dengan telegram Anda harus dimatikan.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Buka menu telegram
  2. Seting
  3. Privasi dan sekuriti
  4. Sesi aktif
  5. Matikan sesi yang lain (Terminate All Other Sessions)

Jika kurang jelas bisa lihat gambar di bawah ini.

1-buka-menu-telegram 2-seting 3-privasi-sekuriti 4-sesi-aktif

Jika semua langkah diatas sudah dikerjakan maka semua perangkat yang terhubung dengan telegram Anda akan keluar, termasuk telegram si penipu. Sekarang telegram Anda sudah aman. Semua sudah dalam kendali Anda.

Jangan ulangi kesalahan yang sama. Jika si penipu menelepon lagi dan meminta kode verifikasi, jangan berikan. Cukup sekali saja Anda tertipu.

Aktifkan Verifikasi 2 Langkah

Untuk menambah keamanan lagi, Anda bisa mengaktifkan verifikasi 2 langkah yang telah disediakan telegram. Verifikasi 2 langkah ini akan membuat telegram Anda semakin aman karena dilindungi password setiap kali beraktivitas.

Berikut ini langkah mengaktifkan verifikasi 2 langkah telegram:

  1. Buka menu telegram
  2. Seting
  3. Privasi dan sekuriti
  4. Verifikasi 2 langkah (Two-Step Verification)
  5. Seting password
  6. Buka email konfirmasi

Untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar dibawah:

5-2langkah-verifikasi 6-seting-password 7-buat-password 8-ulangi-password 9-pengingat-password 10-masukan-email 11-konfirmasi

Sudah bisa? Jika sudah, selamat! Kini telegram Anda aman dari tindakan penipuan untuk membajak atau menghack telegram. Tapi ingat, jangan pernah lagi memberikan kode verifikasi pada orang yang mengaku-aku dari telegram atau dari manapun.

Ya, itulah langkah-langkah mengamankan telegram dari aksi penipuan. Semoga bermanfaat.

Hati-hati Penipuan Lewat Telegram

Sekarang ini sedang marak penipuan lewat telegram. Seperti yang sudah banyak diketahui, telegram banyak digunakan untuk transaksi jual beli pulsa. Dan si penipu berharap mendapat keuntungan pulsa dengan aksinya ini.

Modus yang digunakan penipu adalah dengan mengaku sebagai pihak telegram dan meminta kode verifikasi ulang yang dikirim melalui sms.

Biasanya pengguna telegram awam akan terkecoh dan langsung memberikan kode verifikasi yang masuk ke hpnya. Padahal dengan memberikan kode verifikasi berarti pengguna telegram tersebut “mengijinkan” penipu untuk membuka telegramnya.

Sepengetahuan saya, pihak telegram tidak pernah meminta kode verifikasi apapun dengan alasan apapun.

Lain halnya jika pengguna telegram ingin menambah perangkat baru dan ingin terhubung dengan akun telegramnya, maka pihak telegram akan mengirimkan kode verifikasi sebagai bukti kepemilikan yang sah.

Masalah Keamanan Telegram

Penipu menggunakan celah ini untuk menipu pengguna telegram. Penipu masuk ke telegram dengan menggunakan nomor korban. Yang mana secara otomatis pihak telegram akan mengirimkan kode verifikasi sebagai validasi. Dalam hitungan detik kode verifikasi akan dikirimkan ke nomor korban melalui sms.

Saat itulah penipu akan menelepon korban, dan mengatakan dari pihak telegram dan meminta kode yang baru saja dikirim. Jika korban percaya dan memberikan kode tersebut, ya sudah, telegram korban telah dibajak. Penipu bisa membuka telegram selayaknya korban membuka telegram. Dan semua percakapan sebelumnya akan terlihat semua.

Untuk itu berhati-hatilah dengan telegram Anda. Jangan pernah percaya dengan siapapun yang mengatasnamakan telegram  jika Anda tidak mau tertipu.

Korban Penipuan Telegram

Saya sendiri sering mendapat telepon dari penipu telegram. Karena seringnya mendapat telepon seperti ini, malahan saya sering “mengerjain balik” si penipu.

Nomor-nomor yang pernah digunakan penipu untuk menipu:

  • 0821-7692-7252
  • 0823-7688-8669
  • 0812-7240-5833
  • +1714-707-3350 (nomor luar negeri)
  • 0821-8871-4812

Nomor-nomor yang diisi pulsa curian:

  • 0838-0360-4008
  • 0831-7717-7737
  • 0838-0360-4017
  • 0819-2768-7992
  • 0819-2768-9860
  • 0878-9777-0722
  • 0819-2763-6663

Jika Anda pernah menjadi korban penipuan telegram baca cara penanggulangan jika telegram dihack. Dan jangan lupa, segera lapor pihak yang berwajib agar segera ditindaklanjuti.

Telegram Peduli Dengan Penggunanya

Upaya yang sangat baik untuk melindungi penggunanya telah dilakukan telegram. Setiap kali ada permintaan kode verifikasi maka pihak telegram akan mengirimkan pesan peringatan ke pengguna telegram. Pesannya berbunyi seperti ini:

Kode masuk Anda: xxxxx

Kode ini dapat digunakan untuk masuk ke akun Telegram Anda. Kami tidak pernah meminta hal lain. Jangan pernah memberikan kode ini ke siapapun, walaupun mereka mengatakan dari Telegram!!

Jika Anda tidak melakukan permintaan kode masuk dari perangkat lain, abaikan pesan ini.

Bahkan telegram akan mengirimkan pesan peringatan yang menginfokan kapan, dimana, melalui apa, dan dari ip address berapa permintaan kode verifikasi berasal.

Berikut pesan yang dikirimkan telegram:

Kami mendeteksi adanya permintaan masuk ke akun Anda dari perangkat lain pada tanggal 04/03/2018 pukul 13:20:49 UTC.

Perangkat: Web

Lokasi: Jakarta Raya, Indonesia (IP = xxx.xxx.xxx.xxx)

Jika ini bukan Anda, Silakan ke Pengaturan – Privasi dan Keamanan – Sesi Aktif, hentikan sesi aktif yang bukan milik Anda.

Jika menurut Anda ada seseorang yang ingin masuk ke akun tanpa sepengetahuan Anda, silakan pasang Verifikasi Dua Langkah dari Pengaturan Privasi dan Keamanan